Sabar dan Ikhlas

Temen-temen, lagi kering ide nih buat nulis, lagi gak ada yang perlu diceritain juga,, hari-hari terasa gak berguna, masih berkutat di Ciputat aja. Bosen,,, bosen ,, bosen,, tapi ya aku pengin terus jalanin, hingga aku bisa lepas dari Ciputat ini.

Oh ya, kemarin baru aja dapet kata-kata gini, iman itu separuhnya syukur dan separuhnya lagi sabar. Jadi mikir, kayaknya kondisi keimanan aku sekarang bener-bener dalam keadaan di bawah banget, sangat dibawah. Kalau syukur? ya masih bisa lah, tapi 50% aja, heee,, daripada nyombong, coz bersyukur kok selama ini dengan keadaanku, cuma kalau sabar, kayaknya sekarang kesabaranku turun drastis banget deh, 10%nya aja, gak sabar, pengin cepet ini, termasuk gak nerimo juga pengin cepet semua berubah ( itu namanya gak bersyukur juga ya). Ya gak ikhlas juga. Astaghfirullah. Tapi memang sulit banget untuk ikhlas, untuk sabar. Mungkin ujian ya, mang ujian akhir-akhir ini banyak banget. Bertubi-tubi. Hampir saja aku gak kuat, dan sekarang aku ngerasa mang aku gak lulus nerima ujian ini. Gak lulus, sudah diuji, malah aku nyebur ke dosa,, Astagirullah, rugi berkali-kali lipat.

So, mencoba untuk sabar, nyoba ngikutin hati kecilku yang aku rasa masih baik ( kalau pikiranku dah terinfeksi virus-virus jahat, balas dendam, gak terima, marah, dll). Yang aku rasa kemunduran banget, sulit banget buat tersenyum, kalau tidur juga raut mukaku pasti dengan cemberut, bangun tidur juga gak bisa senyum lagi, seneng kayak dulu. Ya mencoba inget yang diatas. So aku harus sabar, ikhlas, optimis, memandang ke depan dan harus kuat. Bukannya Dia lebih mencintai hambanya yang kuat? jadi aku harus kuat untuk bisa menjadi hambaNYa yang lebih dicintaiNya. Sabar itu kekuatan, ikhlas itu kekuatan, syukur itu juga kekuatan. Kekuatan untuk bersyukur, kekekuatan untuk sabar, dan kekuatan untuk ikhlas.

Doaku hari ini : Ya Allah berilah aku selalu kekuatan untuk selalu berada dijalanMu, untuk selalu dalam keadaan iman kepadaMU ya Allah. Ya Allah berilah aku kekuatan untuk selalu bersabar dan ikhlas dalam hidup ini ya Allah. Sesungguhnya aku ini makhluk yang lemah, berilah aku selalu kekuatan. Ya Alllah jangan engkau masukkan aku kedalam golongan wanita-wanita yang hina, masukkanlah aku kedalam golongan wanita-wanita yang engkau cintai. Ya Allah yunjukkanlah aku jalan yang lurus, jalan yang engakau ridloi, ya Allah jangan engkau masukkan aku kedalam golongan orang-orang yang merugi, masukkanlah aku kedalam golongan orang-orang yang beruntung. Berikanlah aku selau kebahagiaan dalam hidup ini ya Allah, kebahagiaan dunia dan akherat. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku yang aku sengaja maupun tidak aku sengaja, ampunilah dosaku Ya Allah. Ya Allah ampunilah dosaku juga terhadap orang-orang yang aku temui, ya Allah ampunillah dosaku. Perbaikilah hubungan silaturahmi ku dengan orang-orang yang aku kenal, jika aku mempunyai salah kepada mereka bukakanlah hatinya untuk memaafkanku, dan pertemukanlah kami agar aku bisa meinta maaf lagi kepadanya ya Allah. Ya allah berikanlah aku kebahagiaan dunia akherat, keberkahanMu. Dan ya Allah jangan engkau siksa Aku dengan hati yang gundah dan was-was. Ya Allah berilah selalu kedamaian dan hatiku dan kehidupanku. Aku ingin kedamaian Ya

Komentar (1) »

Makna Ketulusan

Satu hal yang mungkin sudah terlupakan. Padahal ketulusan adalah satu hal penting yang mewarnai kehidupan kita. Dalam setiap tindakan, tingkah laku kita baik vertikal maupun horisontal. Perbuatan yang dilakukan lebih sering diiringi dengan harapan supaya orang lain berbuat hal yang sama kepada kita. Sedikit orang yang berbuat karena ia benar-benar ingin berbuat. Hubungan timbal balik atau juga hukum apabila maka dalam istilah matematikanya dikenal dengan istilah implikasi, lebih banyak mempengaruhi tindakan seseorang. Apabila si A baik maka aku juga harus baik. Apabila si B tidak mau membantu maka aku juga tidak mau menolong.

Ingatkah kapan terakhir kali kita melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa ada embel-embel atau pun udang dibalik batu ? Adakah perbuatan yang kita lakukan yang berasal dari dorongan hati nurani yang penuh keikhlasan tanpa mengharap imbalan ? Marilah kita mengingat kembali makna dari ketulusan yang sudah mulai terlupakan. Ketulusan sepadan dengan ikhlas, rela ataupun ridho. Ketika seorang sahabat pernah bertanya pada Nabi tentang makna dan hakikat ketulusan, atau yang lazim disebut pula keikhlasan. Saat itu Nabi sall-Allahu ‘alaihi wasallam tidak langsung menjawabnya, melainkan berjanji untuk menanyakannya terlebih dahulu pada Malaikat Utama, Jibril ‘alaihis salam. Jibril yang ditanya oleh Nabi (Sall-Allahu ‘alaihi wasallam) akan makna ketulusan ini pun, tidak berani langsung menjawabnya, dan berkata bahwa ia akan menanyakannya pada Mikail ‘alaihissalam. Demikian pula Mikail pun tak berani langsung menjawabnya, dan terus bertanya kepada ‘Izrail ‘alaihissalam. Dan ‘Izrail pun bertanya pada Israfil ‘alaihissalam, hingga yang terakhir ini pun tak mampu menjawab langsung, dan menanyakannya langsung pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apakah jawaban Allah? “Huwa sirru min asraarii” “Dia (Ketulusan) adalah suatu rahasia di antara rahasia-rahasia-Ku”. Ya, suatu rahasia antara Ia SWT dengan hamba-Nya….

Yah…tak ada yang bisa menjelaskan makna yang ada dalam ketulusan kecuali ketulusan seorang hamba pada Sang Khalik karena ketulusan bukan suatu hal yang dapat didiskusikan ataupun hanya diuraikan dengan kata-kata indah, namun harus dirasakan secara langsung. Ketulusan kita dalam beribadah pada Allah, ketulusan dalam menghadapi cobaan dari Allah dan lain hal yang bila disebutkan bahkan berlembar-lembar tulisan ini pun tak akan pernah habis.

Dalam QS. 76:9, “….hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” Bila kita dapat menjalani hidup seperti kutipan ayat tersebut, ketenangan dan kedamaian akan labih dapat kita rasakan. Karena tanpa ketulusan terkadang perbuatan yang kita lakukan hanya akan menimbulkan rasa benci dan dendam. Harga dari ketulusan bukanlah kita yang menilai namun merupakan rahasia sang Khalik dan diri kita sendiri.

Keringnya oase ketulusan dalam kehidupan telah nampak. Padahal sejak dalam kandungan kita sudah diajari tentang ketulusan. Namun makna itu luntur seiring dengan berjalannya waktu. Ketulusan dalam berinteraksi dengan sesama manusia.”Bila semua sudah ada dalam ketulusan dan kesejatian,
maka untuk apa lagi kita harus berduka…, hanya kepda
4JJI kita menggantungkan segalanya.”

From : Hsya

Komentar bertahan »

halloo

hallo temen-temen,,,

Ni blog kesekian aku,,

Sebelumnya aku dah pernah bikin di blogspot, bikin bareng seseorang, terus bikin sendirian juga, terus ada di multiply juga, terus ternyata dinikinin seseorang juga di multiply pake namaku, tapi gak pernah aktif.

Ni aku lagi pengin nge blog lagi, cuma gak pengin pakai yang lama, males, isinya juga getho-getho aja,, masa-masa blue aku., heeee. Sekarang dah sembuh kok. Penginnya aku nulis yang lebih bermanfaat, gak cuma curhat-curhat gak genah, cuma pasti bakalan kucurhatin.

ENjoy ya temen-temen. Ya  setidaknya ngilangin stress liat blogku yang masih berantakan banget. N jangan lupa kasih komen ya,, atau setidaknya tinggalin jejak aja kalau habis baca.

Makasih ,,,

Salam

Enny

Komentar (3) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »